Kejuaraan Internasional Waimou Tahun 2026 Resmi Dibuka

Bagikan Artikel Ini

PADANG — Suasana meriah menyelimuti Gedung Olahraga Fude Tang di Kota Padang pada Sabtu malam, 15 Agustus. Dentuman genderang dan gong bergema, bendera warna-warni berkibar, sementara barongsai tampil semarak. Dalam suasana penuh kegembiraan, Waimao International Lion Dance Invitational Tournament – Piala Gubernur Sumatera Barat resmi dibuka.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wali Kota Padang Fadly Amran hadir dan menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan. Turut hadir Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Edy Kusuma, Ketua Pembina FOBI yang juga Purnawirawan Letnan Jenderal TNI Tono Suratman, Wakil Ketua Umum FOBI Tony Herman serta para ketua delegasi, pelatih, juri, atlet, dan tamu undangan dari berbagai kalangan.

Kejuaraan ini diselenggarakan oleh FOBI Provinsi Sumatera Barat, dengan Perkumpulan HTT Padang sebagai pelaksana kegiatan.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana sekaligus anggota DPRD Sumatera Barat Iswanto Kwara, turnamen ini diikuti oleh sekitar 250 atlet barongsai dari delapan negara dan wilayah, yaitu Indonesia, Tiongkok, Hong Kong, Malaysia, Vietnam, Australia, Amerika Serikat, dan Prancis.

Pertandingan mempertandingkan sejumlah kategori, antara lain Barongsai Tradisional dan Barongsai Tonggak . Kategori Barongsai Tradisional diikuti oleh 14 tim, sementara kategori High Pole diikuti oleh 10 tim. Para peserta terdiri atas tim-tim barongsai Indonesia sebagai tuan rumah serta sejumlah tim kuat dari mancanegara yang telah memiliki pengalaman di berbagai kompetisi internasional.

Iswanto Kwara mengatakan bahwa turnamen ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, serta berbagai organisasi masyarakat Tionghoa. Mulai dari penyambutan delegasi dari berbagai negara, persiapan venue, pengaturan juri, keamanan, hingga pelayanan dan kebutuhan logistik, seluruh persiapan telah dilakukan secara terkoordinasi.

Ia berharap penyelenggaraan turnamen internasional ini dapat mempererat interaksi dan pertukaran pengalaman di antara atlet barongsai dari berbagai negara, sekaligus memperkenalkan keramahan masyarakat Padang kepada para tamu dari mancanegara.

Gubernur Mahyeldi mengatakan bahwa masyarakat Tionghoa yang telah hidup secara turun-temurun di Sumatera Barat telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan dan kemajuan perekonomian daerah. Menurutnya, budaya barongsai juga memiliki peran positif dalam memperkuat keberagaman budaya serta mendorong persatuan dan integrasi antaretnis.

Sementara itu, Wali Kota Fadly Amran menyambut hangat kehadiran para atlet barongsai dari berbagai negara. Ia berharap seluruh peserta mendapatkan pengalaman yang berkesan selama berada di Padang. Fadly juga berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan setiap tahun sehingga semakin meningkatkan eksposur internasional Kota Padang sekaligus menarik lebih banyak wisatawan.

Pada Sabtu pagi, seluruh tim peserta telah memulai pertandingan kategori Barongsai Tradisional di Gedung Olahraga Fude Tang. Setelah melalui rangkaian pertandingan sepanjang hari, berbagai tim menampilkan kemampuan terbaik mereka. Dengan iringan tabuhan genderang, para atlet membawakan berbagai gerakan dan alur cerita, termasuk memetik cai qing, menjelajah, menunjukkan rasa waspada dan keheranan, hingga menampilkan kegembiraan.

Setiap tim menunjukkan karakter dan keunggulannya masing-masing. Tepuk tangan dan sorak-sorai penonton terus menggema sepanjang pertandingan. Memasuki malam hari, suasana di dalam maupun sekitar gedung olahraga semakin semarak dengan cahaya lampu dan nuansa perayaan yang kian terasa. Acara pembukaan kemudian menjadi puncak kemeriahan rangkaian kegiatan pada hari pertama.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PB FOBI Edy Kusuma menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, FOBI Provinsi Sumatera Barat, Perkumpulan Fude Tang Padang, para juri, relawan, sponsor, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan turnamen.

Edy Kusuma mengatakan bahwa saat ini, dari 38 provinsi di Indonesia, sebanyak 30 provinsi telah memiliki kepengurusan FOBI tingkat provinsi. Hal tersebut menunjukkan bahwa jaringan organisasi dan basis masyarakat olahraga barongsai di Indonesia terus berkembang.

Indonesia juga menjadi negara pertama di dunia yang memasukkan olahraga barongsai sebagai cabang olahraga yang memperebutkan medali emas dalam ajang olahraga multi-cabang tingkat nasional. Pada tahun 2024, olahraga barongsai untuk pertama kalinya menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan dalam PON XXI Aceh-Sumatera Utara, sebuah tonggak penting dalam sejarah perkembangan olahraga barongsai.

Turnamen ini akan berlangsung hingga 17 Agustus 2026, yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Edy Kusuma berharap seluruh atlet dari berbagai negara dapat saling mengasah kemampuan dan menjalin persahabatan selama berada di arena pertandingan. Di luar arena, ia berharap para peserta dapat semakin memahami satu sama lain dan membangun hubungan persahabatan yang lebih erat.

Menurutnya, olahraga barongsai dapat menjadi jembatan budaya yang melampaui batas negara dan mempererat hubungan antarmanusia, sekaligus menjadi sarana bagi dunia untuk melihat Indonesia sebagai negara yang terbuka, beragam, bersatu, dan penuh semangat.

68 Peserta dari 17 Provinsi Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Pelatih Barongsai Nasional Tahun 2026

Surabaya, 2 Agustus 2026 – Pengurus Besar Federasi Olahraga...

Andrie Djaja Kembali Terpilih Memimpin FOBI Provinsi Riau Periode 2026-2030

Pekanbaru, 27 Juni 2026 – Musyawarah Provinsi (Musprov) II...

Pelatihan dan Sertifikasi Pelatih Barongsai Nasional 2026

Federasi Olahraga Barongsai Indonesia secara resmi membuka pendaftaran Pelatihan...

FOBI Dukung Perayaan Imlek Konsulat Jenderal RRT di Bali melalui Pertunjukan Barongsai

Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) turut mendukung pelaksanaan Resepsi...